Assalammu'alaikum ...
Perkenalkan blog baru kami "herbalbengkelsehat.blogspot.com" blog yang kami sediakan untuk berbagi tentang kesehatan, pengobatan, dan herbal (obat) nya.
Untuk Pertemuan pedana ini kami mencoba berbagi tentang "SEJARAH BEKAM". Yukk kita ikuti ulasannya berikut ini.
Perkenalkan blog baru kami "herbalbengkelsehat.blogspot.com" blog yang kami sediakan untuk berbagi tentang kesehatan, pengobatan, dan herbal (obat) nya.
Untuk Pertemuan pedana ini kami mencoba berbagi tentang "SEJARAH BEKAM". Yukk kita ikuti ulasannya berikut ini.
SEJARA BEKAM
Methode Pengobatan yang satu ini
sudah dikenal pada masa Fir’aun King Ramses II berkuasa, di zaman
mesir kuno kira-kira 1.200 tahun sebelum masehi, secara tidak sengaja
orang-orang yang terkena lemparan batu dan terjadi lebam pada organ
tubuhnya, yang kemudian dilakukan pengeluaran darah dan ternyata banyak
yang sembuh dari rasa sakit yang dideritanya. Dengan insting yang Allah
tanamkan pada makluk ciptaannya dari salah satu sifat-sifat-Nya yang maha
Agung yaitu Asy-syafii (Maha menyembuhkan) maka cara pengobatan ini
sering dilakukan dalam penyembuhan penyakit.
Methode pengobatan ini terus
berkembang dan sekitar 4.000 tahun sebelum masehi saat berdirinya
kerajaan Sumeria yaitu suatu daerah wilayah Irak yang dialiri sungai
Eufrat dan sungai Trigis. Pengobatan ini sangat dikenal dikalangan para
raja-raja yang dilakukan oleh para tabib-tabib termasyhur dan diturunkan
ilmunya kepada para murid-murid pilihan.
Sedangkan di Cina, metode ini
berkembang sekitar 2.500 tahun sebelum masehi yang kemudian dikembangnkan
dengan berdasarkan titik-titik meridian atau akupunktur. Metode ini telah
menjadi kebiasaan umum dilakukan para tabib-tabib dalam melakukan pengobatan
kepada pasiennya dengan menggunakan titik-titik tertentu ditubuh pasein.
Gambaran titik-titik ini kemudian dituangkan pada lembran papyrus untuk
menjadi pedoman pengobatan. Titik-titik yang menjadi pedoman pengobatan
ini terus berkembang hingga ke Yunani, Saba’, Romawi, Figria, Bulgaria dan
Isbanji.
Pada bangsa Persia yang serumpun
dengan bangsa Aria, India, Yunani, Romawi, Isbanji, Jerman, maupun rumpun
Aria Eropa lainnya yang hidup 3.000 tahun sebelum masehi, pengobatan ini
berkembang bersama dengan pengobatan al fashid yaitu pengobatan
pengeluaran cairan darah dari tubuh. Di daerah Suriah dan Iskandariyah
methode ini terus dikembangkan bersamaan dengan pengobatan kay, fashid dan
ramuan herbal, tumbuh-tumbuhan laut, akar-akaran, biji-bijian, bunga dan
sebagainya.
Bagi ummat Islam pengobatan ini
telah menjadi sunnah Rasulullah SAW. Sebagimana telah diriwayatkan
oleh Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda :
“
Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada, melainkan para malaikat
mengatakan . “Hai Muhammad perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena
sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, alkist
dan synuniz semacam tumbuh-tumbuhan”.
Anas bin malik berkata, Rasulullah SAW bersabda : “ Aku tidak berjalan
di hadapan sekelompak malaikat pada malam ketika aku diisro’kan, kecuali mereka
berkata “ Wahai Muhammad , perintahkanlah umatmu untuk berbekam” (HR.
Tirmidzi).
Di zaman Rasulullah SAW, bekam
sangat dianjurkan dan sudah menjadi kebiasaan para sahabat-sahabatnya, selain
memerintahkan umatnya untuk berobat dengan bekam, beliau juga memberikan
petunjuk tentang titik-titik yang sangat baik untuk dibekam. Walaupun Nabi
Muhammad SAW bukan seorang tabib, namun semua apa yang dilakukannya berdasarkan
petunjuk Allah SWT sebagaimana firman-Nya :
“
Dan tiadalah yang diucapkannya menurut kemauan hawa nafsunya, ucapanya itu
tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” ( QS. An-Najm 53;
3-4).
Beberapa titik-titik yang
diajarkan oleh nabi yang biasa kita sebut dengan titik sunnah diantaranya :
Hammah, Naqrah, qomahduwah, akhdza’ain, kahil, mankib, dzqn, udzn, tsadyu,
qithon, bathn, shodr, maq’idah, rukbah, fakhdzu, saq, rusgh, nakhid,
qodam, iltiwa, wirik, na’is, katifain, dan sebagainya. Pada sekitar
tahun 300 hijriyah, Bekam sangat populer di Baghdad dan merupakan pengobatan
yang paling maju. Para juru bekamnya pun bermacam-macam, dari yang belajar
turun temurun, bekam jalanan, para pelajar madrasah fikih dan ahli bekam
dari perguruan tinggi seperti di lembaga kedokteran tinggi Jundi,
Syahpur, Harran, Syam dan Iskandarsyah. sumber : ABI
Karena Bekam adalah pengobatan
yang telah dianjurkan oleh Suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW maka tidak
diragukan lagi khasiat atau manfaat dari bekam ini asalkan dilakukan dengan
cara yang baik dan benar.
Jika dilihat dari pengalaman kami
Bekam sangat efektif untuk orang yang mengalami hypertensi (darah tinggi),
kolesterool, asam urat, jerawat, reumatik, kebas tangan dan kaki, migrain,
vertigo, insomnia, kaku leher dan bahu, sakit gigi, pusing, melancarkan
peredaran darah dan masih banyak lagi khasiat bekam yang lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar